oleh

Spirit PT Panorama Sentrawisata Tbk

Share:

Tak ada yang lahir langsung menjadi besar. Begitu juga dengan PT Panorama Sentrawisata Tbk. Nilai-nilai budaya perusahaan yang tertanam kuat sejak berdiri,  menjadikan sebuah usaha kecil pada 1972, menjelma menjadi perusahaan terbesar di bidang tour and travel di Indonesia dengan mengoperasikan 50 perusahaan.

(Penulis: Mada Mahfud)

Mengulas budaya PT Panorama Sentrawisata Tbk, tak bisa lepas dari seorang Adhi Tirtawisata. Dialah sang pendiri perusahaan. Adhi memulai karirnya sebagai pengacara dengan latar belakang Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Namun kegiatan Kepanduan atau Pramuka semasa kuliah, justru yang menjadi arah hidupnya. Adhi mulai gemar dengan kegiatan mengatur acara kemping atau liburan.

Begitu cintanya dengan dunia pariwisata, nama belakangnya diubah dari Tirtarahardja menjadi Tirtawisata. Tak mau setengah-setengah, pria kelahiran Bogor, 12 Oktober 1932 ini, menanggalkan pekerjaan sebagai pengacara dan mendirikan biro perjalanan wisata.

Berdirilah PT Regina Alta Tours pada 1972 dengan fasilitas seadanya. Kantornya pun di sudut garasi di rumahnya di Petojo, Jakarta.

Jatuh bangun dan sempat berganti-ganti nama lain, akhirnya dikenal luas sebagai PT Panorama Tours pada 1995. Guna membesarkan usaha, tahun 2001, mereka melantai di Bursa Efek Indonesia dengan nama PT Panorama Sentrawisata Tbk.

PT Panorama Sentrawisata Tbk kini menjadi holding bagi lebih 50 perusahaan. Dua anak usaha lainnya juga sudah listing di Bursa Efek Indonesia yaitu PT Panorama Transportasi Tbk (White Horse), dan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES).

Sepenggal sejarah di atas, dikisahkan Amanda Arlin Gunawan, Direktur Sumber Daya Manusia PT Panorama Sentrawisata Tbk. Amanda mengungkapkan hal unik yang membuat Panorama bisa tumbuh sebesar sekarang, yaitu nilai-nilai perusahaan. Sang pendiri, Adhi Tirtawisata tak pernah bosan untuk mengingatkan empat nilai kepada segenap karyawan Panorama.

“Setiap kali bertemu Pak Adhi, beliau selalu berpesan untuk Rajin, Jujur, Setia dan Ingat Tuhan,” kata Amanda Arlin dalam perbincangan di kantornya di Kawasan Tomang, Jakarta, Maret 2017.

Tak hanya dalam pertemuan sehari-hari dengan karyawannya, Adhi Tirtawisata juga selalu menyelipkan empat nilai saat pidato dalam acara resmi perusahaan. “Empat nilai itu yang selalu diingatkan Pak Adhi,” tegas Amanda yang mulai bekerja di Panorama sejak 18 tahun lalu.

Amanda Arlin Gunawan, Direktur SDM PT Panorama Sentrawisata Tbk

Segenap karyawan Panorama beruntung karena sang pendiri perusahaan, Adhi Tirtawisata masih menularkan modal terpenting Panorama. Adhi tentulah sosok yang paling menyadari, bahwa nilai-nilailah yang menjadikan Panorama bisa tumbuh sekarang. Sebuah usaha kecil dari garasi mobil, menjadi perusahaan raksasa yang mempekerjakan lebih dari 4.000 orang.

Meski sudah tak langsung memimpin perusahaan, Adhi Tirtawisata masih rajin ke kantor. Usia 85 tahun, tak pernah melunturkan semangatnya untuk menularkan nilai-nilai yang menjadi dasar perusahaan kepada setiap karyawan yang ditemuinya.

“Empat nilai itu modal Panorama sehingga bisa berkembang dari kecil menjadi sebesar sekarang,” tandas Amanda.

Bagaimana penjabaran nilai-nilai tersebut? Rajin adalah nilai yang harus dimiliki seorang karyawan. Dengan karakter rajin, setiap tugas bisa diselesaikan tepat waktu. Jujur tak kalah pentingnya karena menjadi nilai yang tak bisa dibeli dengan apapun. Sedangkan Setia mutlak diperlukan agar karyawan dan perusahaan selalu bersama dalam keadaan jatuh bangun. Sementara Ingat Tuhan membuat karyawan senantiasa bersyukur dan tetap rendah hati.

Enam Nilai Budaya Panorama

Seiring perkembangan perusahaan yang terus membesar dan menjadi perusahaan tour and travel yang terintegrasi, empat nilai yang diperkenalkan Adhi Tirtawisata dikemas ulang. Harapannya, mereka mampu menjawab tuntutan bisnis pariwisata, transportasi, dan perhotelan yang semakin komplek.

Pada 2009, Panorama mengumpulkan sekitar 30 top manajemen untuk merumuskan visi, misi, tata nilai dan langkah strategis ke depan. Dengan dibantu vendor luar, setelah delapan bulan, mereka menghasilkan rumusan filosofi perusahaan. Tata nilai perusahaan disepakati dengan nama Spirit.

“Tata nilainya disebut Spirit yang tetap mengacu pada Rajin, Jujur, Setia, dan Ingat Tuhan yang diperkenalkan oleh Pak Adhi Tirtawisata. Ini dikembangkan dan diperluas. Kata Spirit agar mudah diingat dan langsung terasa memberikan semangat untuk terus memberikan layanan terbaik,” tegas Amanda.

Spirit tersusun atas enam nilai yaitu Sinergy, Pursuit of Excellence, Integrity, Reliability, Innovative & Proactive, dan Trully Care.

Sinergy adalah saling melengkapi dan memadukan semua kekuatan yang dimiliki guna mendapatkan hasil yang maksimal. Agar tercipta sinergi, komunikasi yang efektif adalah jembatan penghubung antar karyawan.

Pursuit of Excellence dimaknai terus berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik. Sementara, Integrity adalah adil dan menjunjung tinggi etika bisnis.

Nilai keempat, Reliabilty diartikan berusaha bersungguh-sungguh dan konsisten untuk memenuhi komitemen. Innovative dan Proaktive bermakna terus menerus mencari cara terbaru untuk memberikan layanan yang unik dan bernilai, serta cerdas dalam mengantisipasi semua tantangan.

Sementara Truly Care adalah kepedulian untuk membawa kebahagiaan dan senyum ke jutaan pelanggan.

Guna membenamkan nilai-nilai Spirit kepada Panoramanian, sebutan untuk karyawan Panorama, berbagai cara ditempuh. Lagu Panorama’s Soul yang terkandung nilai-nilai perusahaan selalu dikumandangkan. Lagu ini menceritakan impian agar Panorama menjadi milik dunia. Poster juga dipasang diberbagai sudut agar Panoramanian selalu mengingatnya sebagai perilaku sehari-hari.

Sementara untuk kegiatan eksternal, Panoramanian aktif mengikuti acara seperti Hari Pelanggan Nasional. Acara tersebut menjadi sarana yang penting dalam menunjukkan nilai-nilai Spirit terkait pelayanan kepada pelanggan.

“Dengan nilai Spirit, Panoramanian memiliki ciri tersendiri. Panoramanian itu ramai dan happy. Sebelum membuat orang tersenyum, mereka harus selalu happy terlebih dulu,” papar  Amanda merujuk tagline Panorama Bringing Smiles to Millions.

Agar penanaman nilai-nilai berlangsung mulus, perekrutan karyawan dilakukan dengan kriteria tertentu. Orang dengan karakter yang mampu memberikan pelayanan kepada konsumen menjadi target utama. Sebagai perusahaan jasa dibidang pariwisata, transportasi, dan perhotelan, layanan yang prima kepada pelanggan, tak bisa ditawar.

Selanjutnya induksi nilai-nilai dilakukan melalui pelatihan. Berbagai metode diterapkan sehingga karyawan baru dengan cepat memahami nilai Spirit Panorama. Sejarah berdiri dan perjalanan mengarungi pasang surut dunia pariwisata juga diputar ulang. Harapannya, karyawan memahami nilai-nilai perusahaan sejak didirikan.

Sebuah nilai yang sama dan melekat di benak ribuan karyawan, begitu vital. Dengan nilai-nilai yang tertanam kuat, upaya untuk Bringing Smiles to Millions  bisa benar-benar terwujud. (Mada Mahfud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed