oleh

Sinergi  Grup Astra, ACSET Terima Pinjaman Rp 4 T dari United Tractors

Share:

Keutungan berada dalam grup besar yang terintegrasi adalah mengoptimalkan potensi sinergi. Melalui skema pinjaman, dua perusahaan yang sama-sama tergabung dalam grup Astra saling dukung. ACSET yang bergerak dalam bidang konstruksi mendapat fasilitas pinjaman modal kerja sebesar Rp4 triliun dari United Tractors, perusahaan penyedia alat berat.

Semula ACSET mendapat pinjaman modal kerja sebesar Rp1,6 triliun pada April 2018 dan kemudian menjadi Rp 4 triliun pada 2019. Penambahan pinjaman modal kerja ini telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada September 2019.

Penambahan modal kerja menjadi Rp 4 triliun dari semula Rp1,6 triliun ini karena ACSET membutuhkan uang guna membiayai sejumlah proyek konstruksi dan infrastruktur. Apalagi dalam sejumlah proyek, jasa ACSET baru dibayar setelah selesai mengerjakan proyek (Contractor Pre-Financing)

Ketentuan pinjaman antara lain tingkat bunga JIBOR + 2.5% (sebelumnya JIBOR + 3%), ketersediaan fasilitas pinjaman hingga 18 Agustus 2022, batas akhir pembayaran pada tanggal 30 April 2023. dan penghapusan biaya fasilitas sebesar 1% per tahun.

Kinerja ACSET pada semester pertama tahun 2019 mengalami penurunan. Pendapatan turun 7 persen menjadi Rp1,55 triliun dibanding semester pertama 2018. Kondisi ini membuat ACSET berdarah-darah, rugi bersih sebesar Rp404 miliar dari sebelumnya untung Rp 73 miliar pada semester pertama tahun 2019.

“Ini disebabkan oleh adanya keterlambatan penyelesaian beberapa proyek CPF dan struktur. Keterlambatan ini menimbulkan peningkatan biaya pendanaan, biaya overhead, dan tambahan biaya untuk percepatan penyelesaian proyek. ACSET juga mengalami penyesuaian nilai pekerjaan yang berimbas pada penurunan pendapatan dan laba dari proyek berjalan,” tulis siaran pers ACSET.

Pada semester pertama 2019, pendapatan ACSET didominasi sektor infrastruktur sebesar 71%, konstruksi sebesar 13%, fondasi sebesar 8% dan sektor lainnya sebesar 8%.

Menghadapi situasi yang penuh tantangan, ACSET berupaya melakukan perbaikan yang berkelanjutan dalam aspek pengelolaan proyek. Beberapa strategi yang ditempuh untuk mendukung pertumbuhan Perusahaan meliputi penerapan skema pengelolaan modal kerja yang lebih baik, memperketat pengendalian proyek secara efektif dan efisien serta meningkatkan kualitas operasional. ACSET senantiasa memberdayakan kompetensinya dalam bidang fondasi, struktur dan infrastruktur serta aktif melakukan diversifikasi ke bidang pekerjaan kelautan (marine works) dan soil improvement. Hal ini sejalan dengan visi Perusahaan untuk menjadi the Largest Private Construction Company tahun 2020

Bagaimana proyek ACSET ke depan? ACSET telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp1.67triliun. Nilai kontrak baru ini didominasi oleh dua proyek pembangkit listrik strategis, yakni Pekerjaan Sipil Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap (PLTGU) Jawa 1 dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Soma Karimun (2 x 25 MW) di Riau. Beberapa perolehan kontrak baru lainnya di periode ini meliputi fondasi run-off pond PLTU Batang, fondasi Skysuites Mega Kuningan dan fondasi Jakarta International College. ACSET optimis bahwa dengan perilaku selektif dalam pemilihan proyek yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi Perusahaan, ACSET dapat memberikan nilai tambah (added-value) yang lebih optimal bagi pelanggannya. (Mada Mahfud)

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed