oleh

Bank DKI Kompetitif Dengan Tujuh Nilai Budaya

Share:

Jakarta adalah pusat ekonomi Indonesia. Tak ingin tertinggal dari kebesaran Jakarta, Bank DKI berambisi melanjutkan kiprahnya segemerlap kota tampat beroperasinya. Guna mencapai itu mereka memperkuat budaya perusahaan dengan mengusung tujuh nilai.

(Penulis: Mada Mahfud)

Bank DKI berdiri pada 11 April 1961. Kala itu bernama PT Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya. Kini, 55 tahun setelahnya menjelma menjadi bank umum beraset Rp 30,74 triliun. Jaringannya mencapai 221 kantor yang tersebar di Jakarta dan beberapa kota besar di negeri ini.

Mereka beroperasi dengan dukungan 2,549  karyawan. Bank milik Pemda DKI ini memberikan berbagai ragam pelayanan kepada lebih dari 1 juta nasabahnya.

Gedung Kantor Pusat Bank DKI (Foto: doc Bank DKI)

Meski berada di Jakarta, Bank DKI masih perlu waktu untuk mengejar bank-bank besar lainnya. Visi misi pun ditancapkan. Visinya adalah menjadi bank terbaik yang membanggakan. Sementara misinya antara lain berkinerja unggul, mitra strategis dunia usaha, mitra strategis masyarakat, andalan pemerintah Provinsi DKI Jakarta, memberi nilai tambah bagi stakeholder, pelayanan terpadu dan profesional

Guna mencapai visi misi tersebut berbagai strategi dijalankan. Kemampuan Sumber Daya Manusia  (SDM) mendapat porsi khusus. SDM merupakan pemegang kunci bergulirnya budaya perusahaan yang kompetitif.

“Budaya perusahaan merupakan nilai dan falsafah yang telah disepakati dan diyakini oleh seluruh insan Bank DKI. Itu menjadi landasan dan acuan bagi Bank DKI untuk mencapai tujuan. Bank DKI mendefinisikan budaya perusahaan dalam tujuh nilai yang meresap ke dalam segenap jiwa karyawan,” kata Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi.

Dirut Bank DKI Kresno Sediarsi (Foto: doc Bank DKI)

Tujuh nilai budaya perusahaan Bank DKI yaitu komitmen, teamwork, professional, pelayanan, disiplin, kerja keras dan integritas. Nilai budaya ini menjadi panduan untuk menjadi prilaku sehari-hari segenap insan Bank DKI.

Komitmen adalah menjunjung tinggi nilai-nilai yang disepakati dan bertanggung jawab sepenuh hati. Teamwork diartikan sebagai kerjasama yang dilandasi semangat saling menghargai dan menghormati untuk mencapai hasil yang terbaik.

Profesional dimaknai menjalankan tugas sesuai dengan keahlian, keterampilan dan pengetahuan di bidangnya untuk mencapai kinerja terbaik dengan tetap menjunjung tinggi kode etik bankir. Sedangkan pelayanan adalah memberikan layanan terbaik kepada seluruh nasabah dengan sikap ramah, sopan, tulus dan rendah hati sehingga dapat memberikan kepuasan.

Nilai berikutnya adalah disiplin melaksanakan tugas secara tepat waktu, tepat guna, dan tepat manfaat. Kerja keras didefinisikan sebagai melaksanakan tugas dengan segala upaya untuk mencapai hasil yang terbaik. Sementara integritas adalah membangun kepercayaan dengan kejujuran, tanggung jawab dan moral.

“Budaya itu harus dibangun. Mulanya tentu dari pemahaman, kemudian menjadi habit. Kalau habit terus menerus akan menjadi budaya,” tutur pria kelahiran Yogyakarta, 3 November 1958.

Bagaimana meresapkan tujuh nilai tersebut menjadi perilaku sehari-hari semua insan Bank DKI? Langkah pengenalan dan internalisasi terus dilakukan.  Pertemuan besar yang melibatkan sebagian besar karyawan menjadi agenda rutin. Mereka menyebutnya sebagai Town Hall Meeting. Dalam pertemuan besar ini,  setidaknya 1.200 karyawan berkumpul.

“Kalau mengumpulkan 2.500 karyawan itu tidak mungkin, karena itu sampai pegawai level tertentu sekitar 1.200 karyawan. Town Hall Meeting ini kita adakan 6 bulan sekali. Direksi dan komisaris hadir semua,” tutur alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada tahun 1983.

Town Hall Meeting Bank DKI (Foto: doc Bank DKI)

Dalam pertemuan itu, upaya mengenalkan kembali budaya perusahaan yang bertumpu pada 7 nilai menjadi prioritas utama. Berbagai rencana bank, core plan, dan arah perusahahaan juga dipaparkan. Tujuannya agar semuanya memahami langkah perusahaan sehingga laju Bank DKI makin mulus ditengah ketatnya persaingan industri jasa keuangan.

Sedangkan di tingkat yang lebih formal, setiap rapat direksi melibatkan jajaran di bawahnya sesuai dengan bidang kerja masing-masing. Dengan demikian setiap bagian memahami apa sebenarnya yang diinginkkan manajemen. Pada tingkat formal ini, berbagai instruksi, surat edaran dan perintah dilakukan.

Direksi Bank DKI (Foto: doc Bank DKI)

Sementara paada tingkat teknis morning briefing dilakukan dua kali dalam seminggu. Berbagai tema dipaparkan dan dibahas.

“Kita ingin semua bagian memahami pengetahuan produk. Dalam morning briefing ada menjelaskan, dan teman-temannya menyimak untuk kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Pengetahuan produk itu penting, kalau tidak di refresh, kita bisa lupa detilnya. Maka diskusi terus menerus harus dilakukan. Itu menyangkut juga apa inovasi selanjutnya,” papar mantan Direktur Technologi dan Operasi Bank Mandiri.

Internalisasi budaya perusahaan tidak melulu dilakukan melalui acara formal. Gelaran acara santai juga dimanfaatkan seoptimal mungkin. Acara-acara olahraga dan kesenian menjadi sarana paling efektif mengenalkan dan meresapkan budaya perusahaan.  Tak heran di Bank DKI terdapat berbagai macam kelompok olahraga dan kesenian.

“Kita bikin aktifitas yang menarik. Ada paduan suara,  voli, lari dan banyak lagi. Melalui kegiatan ini, team work dan nilai budaya perusahaan lainnya akan meresap secara natural,” terang Kresno.

Acara Business Review Bank DKI (Foto: doc Bank DKI)

Budaya perusahaan tidak hanya menitikberatkan SDM, melainkan juga membangun infrastruktur, teknologi dan produk.  SDM yang mumpuni akan memunculkan kinerja unggulnya jika diimbangi faktor pendukung.

“Bank itu adalah industri jasa dengan kecepatan layanan yang memuaskan nasabah. Tentu itu harus didukung dengan infrastruktur yang memadai, teknologi yang sesuai dan produk yang tepat sasaran,” paparnya.

Dengan keseimbangan antara SDM, infrastruktur, teknologi dan produk, Bank DKI optimis terus tumbuh menjadi salah satu bank terbaik, bukan saja di Jakarta tetapi di tingkat nasional. (Mada Mahfud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed